Widget HTML Atas

Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: Captain America : The First Avenger 2011

Review Film Captain America : The First Avenger 2011 - Pahlawan Super Amerika yang Hebat - Captain America: The First Avenger merupakan sebuah film pahlawan super Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2011. Ini adalah film kelima di Marvel Cinematic Universe. Film yang disutradarai oleh Joe Johnston ini pemainnya antara lain oleh Chris Evans, Tommy Lee Jones dan masih banyak lagi. Tanggal rilisnya pada 19 Juli 2011. Captain America: The First Avenger tayang perdana di Hollywood pada tanggal 19 Juli 2011, dan dirilis di Amerika Serikat pada 22 Juli 2011. Film ini mendapat review positif dan sukses secara komersial, terlaris lebih dari $370 juta di seluruh dunia. Blu-ray dan DVD yang dirilis pada 25 Oktober 2011. Sebuah sekuel berjudul Captain America: The Winter Soldier dirilis pada 4 April 2014, dan film ketiga berjudul Captain America: Civil War dirilis pada tanggal 6 Mei 2016.

Review Film Captain America : The First Avenger 2011 - Pahlawan Super Amerika yang Hebat

Sinopsis Film Captain America : The First Avenger (2011)

Dimulai pada tahun 1942 saat Perang Dunia II, seorang pria bertubuh kurus dan pendek dengan riwayat kesehatan buruk, Steve Rogers (Chris Evans), berusaha untuk bergabung ke militer Amerika untuk ikut berperang. 

Setelah mencoba berkali-kali dan tidak berhasil, Steve akhirnya berhasil lolos seleksi karena dibantu Dr. Erskine (Stanley Tucci) yang melihat kebaikan di hati Steve. Dr. Erskine menunjuknya sebagai percobaan teknologi terbaru militer Amerika yang bisa mengubah tubuh seseorang dengan memanipulasi gen dan ototnya, menjadikannya manusia unggul. 

Steve Rogers yang telah menjadi Captain America memiliki kekuatan yang luar biasa diterjunkan dalam medan perang di Eropa melawan Nazi dan berhasil membebaskan banyak tawanan perang Amerika. Steve juga berhadapan dengan Johann Schmidt (Hugo Weaving) yang menggunakan kekuatan kubus Odin dan pemimpin organisasi kejahatan Hydra. 

Dengan kekuatan kubus Odin, Schmidt menyuntikkan serum ke tubuhnya yang mengubahnya menjadi Red Skull. Akhirnya Captain America berhasil mengalahkan semua musuhnya namun dia kecelakaan di kutub es bersama dengan roket yang membawa bom. Captain America lalu membeku dan kembali ditemukan pada masa depan oleh Nick Fury.

Ketika Steve terbangun, Nick Fury memberitahu dirinya yang sudah tertidur selama hampir 70 tahun.

Steve mendapati dirinya berada di masa depan kala melihat Times Square New York.

Pada adegan post-credits, Nick Fury mendekati Steve dan menawarinya dengan sebuah misi penyelamatan dunia.

Review Film Captain America : The First Avenger (2011)

Membawa embel-embel “The Avengers”, film “Captain America: The First Avenger” ini nantinya lebih kental terasa layaknya sebuah prekuel, bagi film yang akan menyatukan Thor, Hulk, Iron Man, dan juga Captain America di 2012 nanti. Banyak detil-detil yang sengaja diekspos untuk mengajak penonton berkenalan dengan apa yang dinamakan “Marvel Cinematic Universe”, dimana nantinya ada karakter Marvel yang akan muncul di film Marvel lainnya. 

Sejak film “Iron Man”, walau tidak terlalu terlihat, dunia Marvel ini secara tidak langsung sedang mulai dibangun, kita untuk pertama kalinya melihat pemimpin SHIELD, Nick Fury (Samuel L. Jackson) di film itu (walau tersembunyi setelah credit selesai). 

Di “The Incredible Hulk” pun demikian, kita bisa melihat Tony Stark menjadi “cameo”. “Iron Man 2” pun semakin membawa kita ke tahap selanjutnya dari Marvel Universe, yang kadang kita harus jeli melihatnya, ada yang masih ingat kalau perisai Captain America dijadikan “tatakan” oleh Tony Stark, dan di film ini pun untuk pertama kalinya kita akan diperkenalkan dengan Natasha Romanoff atau Black Widow, sedangkan Nick Fury kebagian peran lebih banyak disini. 

Dengan cerdas Marvel sedang membuat dunia indahnya yang dipenuhi superhero-superhero hebat, yang nantinya, Iron Man dan kawan-kawan akan disatukan dalam “The Avengers”.

Kembali ke “Captain America: The First Avenger”, saya sebetulnya di awal agak ragu ketika mendengar nama Joe Johnston yang dipercaya untuk menangani film ini, apalagi mengingat “The Wolfman” tidak begitu berkesan. 

Namun seperti dengan kemasan film yang menghadirkan manusia-manusia serigala tersebut, Johnston kali ini juga kembali mampu membuat setting masa lalu, tepatnya masa perang dunia ke-2 yang meyakinkan, sekaligus artistik dan menawan. Gambar-gambar retro tersebut pun mampu dileburkan dengan cerita yang ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely, menurut saya pun pembagian porsi cerita diseimbangkan dengan aksi-aksi heroik sang kapten nantinya dan semuanya pun sama-sama punya level hiburan yang sejajar. 

Cerita yang merangkai asal mula Steve Rogers dari “zero to hero” pun diceritakan dengan menarik, memberikan waktu kepada penonton untuk mengetahui latar belakang pria yang kelak menjadi super-soldier tersebut. Alhasil penonton juga tidak begitu saja disodorkan seorang superhero, yang hanya pintar membuat kita terpukau dengan aksi patriotiknya melawan kejahatan, tapi seorang pahlawan yang kekuatannya juga berasal dari rasa simpati dan dukungan penontonnya. 

Apalagi Chris Evans betul-betul dapat menyatu dengan karakternya, sama seperti apa yang dilakukan oleh Robert Downey, Jr, ketika bertransformasi menjadi Tony Stark alias si Iron Man, bedanya Steve Rogers tentu lebih “rendah diri”.

Kita sudah dijejalkan prolog yang menarik, dari yang tidak tahu siapa itu Steve Rogers, menjadi bersimpati kepadanya. “Captain America: The First Avenger” tentu saja tidak akan terbuai dengan hanya menyodorkan sebuah drama, maka dari itu ketika tiba waktu untuk memamerkan aksi-aksi heroik Kapten Amerika, departemen artistik, efek visual, dan sinematografi bersatu untuk menghasilkan gambar-gambar yang memanjakan mata. 

Harus diakui jika dibandingkan dengan film superhero lain dari Marvel, aksi laga di film ini akan menjadi “klise” dan juga terkesan sederhana. Namun sekali lagi kemasan film ini yang retro, termasuk warna filmnya, menjadikannya jadi suguhan yang berbeda. Belum lagi super-villain di film ini, Red Skull yang diperankan Hugo Weaving, menampilkan performa yang baik sebagai lawan tanding Kapten Amerika. 

Perannya sebagai pemimpin dari Hydra benar-benar menakutkan, sepertinya Ghostrider pun yang sama-sama punya kepala tengkorak akan bertekuk lutut di hadapannya. Sajian seimbang antara cerita dan aksi yang ditawarkan “Captain America: The First Avenger”, tidak akan membuat kita bosan duduk selama 2 jam lebih. Ceritanya mudah untuk dinikmati dan aksi laga yang sesekali diselipi adegan slow motion juga menghibur, belum lagi dengan kemasan retro yang enak dilihat. 

Sumber Wikipedia dan raditherapy.com

No comments for "Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: Captain America : The First Avenger 2011"