Widget HTML Atas

Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: The Girl in the Spider's Web (2018)

Movie Reviews The Girl in the Spider's Web (2018)-Kisah Gadis yang Terperangkap Jaringan Mata-mata - Film yang karakter utamanya memusnahkan jaringan kriminal memang menarik untuk ditonton. Apalagi, melibatkan karakter cewek yang punya kecerdasan dan kecanggihan teknologi untuk ngebekuk penjahat. Salah satunya, karakter Lisbeth Salander dalam film The Girl in the Spider’s Web. Menceritakan Lisbeth Salander yang direkrut oleh Frans Balder setelah dipecat dari National Security Agency. Lisbeth diminta untuk mengambil FireWall, program komputer untuk mengaktifkan senjata nuklir di seluruh dunia. Frans pengen menghancurkan Fire Wall buatannya karena takut disalahgunakan oknum.

Review Film The Girl in the Spider's Web

Buat kamu yang penasaran dengan lanjutan cerita film The Girl With the Dragon Tatto, berikut kami ceritakan ulasan singkat atau review The Girl in the Spider’s Web. Ada alasan-alasan khusus kenapa Lisbeth Salander (Claire Foy) menjadi sosok yang bengal. Ia seperti tidak mau diatur, keras kepala dan juga menyukai tantangan. Ironisnya, Lisbeth masih punya hati nurani. Hal ini yang menuntun Lisbeth menjadi seorang peretas sekaligus jurnalis independet.

Hal ini yang menuntunnya kepada Frans Balder (Stephen Merchant) mantan anggota NSA yang punya satu teknologi baru dalam pengedalian rudal. Frans yang sedang paranoid merasa ada banyak orang yang mengincarnya.

Movies Review The Girl in the Spider's Web (2018)-Kisah Gadis yang Terperangkap Jaringan Mata-mata

Namun, ia tidak pernah tahu, siapa yang bisa ia percayai. Alasan ini yang membuatnya curhat kepada Lisbeth. Menurut Frans, Lisbeth adalah satu-satunya orang yang bisa ia percaya. Apalagi selama ini Lisbeth selama ini dikenal bekerja sendirian, tanpa kepentingan dan ambisi.

Sayangnya, pertemuan antara Frans dan Lisbeth memberikan petaka bagi keduanya. Mereka diincar oleh pebisnis gelap Swedia, kantor intelejen Amerika dan Swedia hingga kriminal-kriminal lainnya yang berebut teknologi.

Namun, dibalik itu semua ada satu nama besar yang mengendalikan semuanya ini. Nama besar yang membuat Lisbeth begitu rapuh. Nama yang membuatnya kembali menengok ke belakang. Mencari arti jati diri, cinta dan amarah dalam satu waktu.

Sinopsis Film The Girl in the Spider's Web

Alur cerita film ini sebenarnya sangat menarik. Membawah Lisbeth Salander ke masa lalu. Ada pertentangan-pertentangan kecil yang dibangun diantara ketegangan di sepanjang film.

Namun, jadi terlihat datar ketika film ini hanya terfokus pada Lisbeth. Penonton bahkan sudah bisa menebak akhir dari film ini ketika sudah berada di pertengahan. Ada hal lain yang sebenarnya bisa dimaksimalkan, karakter Camilia (Sylvia Hoeks) yang bisa menjadi “pemuas” dahaga penonton.

Sayangnya, karakter misterius ini terlalu cepat untuk diumbar. Bahkan di bagian awal film, beberapa penonton yang fokus pada ceritanya sudah bisa mengerti sebuah pertemuan yang melibatkan Mikael Blomkvist dan kepala polisi Swedia di sebuah bar.

Namun, jika kamu adalah penggemar film misteri yang mencoba bertanya-tanya tentang sebuah misteri yang terungkap, The Girl in the Spider’s Web mampu memberikan jawabann atas misteri-misteri yang disajikan di sepanjang film.

Sesuai dengan penggunaan kata “The Girl”, Lisbeth selalu menjadi tumpuan utama dari cerita film ini. Claire Foy bermain cukup baik di film The Girl in the Spider’s Web menggantikan Rooney Mara di film The Girl with the Dragon Tattoo.

Karakternya memang tidak seperti Rooney Mara, namun ekspresi kebengalan dari Claire Foy mampu ditampilkan dengan baik. Hampir semua cerita berpusat pada karakter Lisbeth. Mulai dari bagaimana ia menjadi incaran banyak orang, hingga bagaimana Lisbeth memanfaat teknologi untuk berperang dengan orang-orang yang ingin diselidiknya.

Namun, hal ini justru tidak diimbangi dengan lawan mainnya. Karakter Mikael Blomkvist (Sverrir Gudnason) yang tampil baik di film pertama berkebalikan dengan film keduanya. Mikael di film The Girl in the Spider’s Web cenderung datar, tanpa ekspresi. Lisbeth seperti kehilangan tandemnya di film ini.

Padahal jika kedua karakter ini dipadukan, The Girl in the Spider’s Web berpotensi menampilkan cerita yang penuh twist menarik.Benar, ada beberapa twist di film ini. Namun, terlihat setengah-setengah, padahal sangat berpotensi mengejutkan dan akan sulit ditebak oleh penonton hingga akhir. Karakter Ed Needham (Lakeith Stanfield) misalnya.

Ia berpeluang mengejutkan hingga akhir film, ketimbang dibocorkan di sepertiga akhir film. Camilia Salander yang diharapkan membuat cerita film jadi lebih pecah, justru tampil tanggung dan tidak sepenuhnya menyulitkan Lisbeth dalam mengakhiri kasusnya.

No comments for "Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: The Girl in the Spider's Web (2018)"