Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: LEON: THE PROFESSIONAL (1994)

Movie Reviews : Kisah Gadis Kecil dan Pria yang baru dikenalnya - Léon: The Professional (juga dikenal sebagai The Proffesional) merupakan sebuah film thriller Prancis berbahasa Inggris yang dirilis pada tahun 1994. Film yang ditulis dan disutradai oleh Luc Besson ini dibintangi oleh Jean Reno, Gary Oldman, Danny Aiello, dan sebagai debut layar lebar Natalie Portman.

Review Film Leon The Professional (1994) 

Mathilda, gadis kecil yang baru pulang dari belanja, mendengar keributan di dalam apartemen tempat tinggalnya. Sambil tetap melangkah menyusuri koridor Mathilda sempat melihat tubuh ayahnya tengkurap di lantai dengan punggung penuh luka tembakan. Di pinggir pintu rumahnya yang terbuka itu ada seseorang berdiri sambil menenteng senapan mesin.

Mathilda menyimpulkan bahwa seluruh keluarganya baru saja dibantai oleh sekelompok orang. Dan itu pasti gara-gara obat terlarang. Untuk mengelabuhi orang yang berdiri di pinggir pintu rumahnya itu, Mathilda berpura-pura tidak mengenal mayat ayahnya. Dia lewat begitu saja di depan rumahnya menuju rumah sebelah. Mathilda lalu mengetuk pintu tetangganya yang baru dia kenal kemarin siang.

Movie Reviews : Review dan Sinopsis Film LEON: THE PROFESSIONAL (1994)

Beruntunglah sandiwara Mathilda ini berhasil, karena tetangganya itu mau membukakan pintu untuknya sehingga Mathilda terhindar dari pembantaian keluarga. Maka Mathilda merasa sangat berterimakasih kepada tetangganya yang bernama Leon itu karena telah menyelamatkan dirinya. Namun ketika mengetahui bahwa Leon adalah seorang pembunuh profesional, maka Mathilda lalu minta diajarinya membunuh agar bisa membalas dendam, terutama atas pembunuhan adik kesayangannya yang masih kecil.

Masuknya Mathilda ke dalam kehidupan Leon membuat segalanya jadi berubah. Sifat Mathilda yang ceria membuat Leon yang selama ini hidupnya selalu tertutup dan menyendiri, berubah menjadi lebih hidup.

Meskipun interaksi antar keduanya terlihat janggal, tapi mereka berdua bisa saling mengisi satu sama lain. Bahkan Mathilda harus mengajari Leon yang buta huruf itu agar bisa membaca dan menulis.

Sebaliknya Mathilda yang merasa dirinya bisa menembak, tapi ternyata tembakannya ngawur semua, terpaksa membuat Leon harus mengajaknya pindah dari rumah itu karena takut identitasnya diketahui warga setempat.

Suatu hari Leon melihat Mathilda berkenalan dengan seorang anak laki-laki tanggung di pinggir jalan, sementara Leon sendiri sedang bicara dengan Tony, bapak angkatnya, untuk membicarakan tugas berikutnya.

Leon kemudian keluar ruangan dan memberi peringatan agar Mathilda tidak sembarangan berkenalan dengan orang asing. Hal ini membuat Mathilda yang masih bau kencur itu salah tafsir. Sikap protektif dari Leon ini ditafsirkan oleh Mathilda sebagai rasa cemburu dari seorang laki-laki. Inilah yang membuat Mathilda jatuh cinta pada Leon.

Bukan karena perbedaan umur yang begitu jauh yang membuat Leon tidak ingin membalas cinta Mathilda, melainkan hati Leon sudah mati. Di usianya yang masih 19 tahun di Itali dulu, Leon pernah jatuh cinta pada seorang gadis anak orang kaya lagi terpandang, sedangkan Leon hanyalah anak orang biasa. Maka hubungan mereka serta merta dilarang oleh ayah gadis itu. Tapi karena masih tetap nekat menemui Leon, gadis itu lalu ditembak oleh ayahnya sendiri.

Sang ayah lalu ditangkap polisi dan kemudian dijebloskan ke penjara. Tapi dua hari kemudian dibebaskan dengan alasan penembakan itu adalah sebuah kecelakaan. Mendengar hal itu Leon sangat marah. Leon lalu mencari tempat tersembunyi dan kemudian menembak ayah gadis itu dari jarak 200 meter. Setelah itu Leon melarikan diri ke New York dan bekerja pada Tony, seorang bos mafia yang kemudian menjadi bapak angkatnya. Sejak itulah Leon tak pernah lagi memikirkan wanita. Inilah yang membuat Leon tak bisa menerima cinta dari Mathilda.

Merasa cintanya ditolak, esoknya Mathilda pergi ke rumah orang tuanya yang masih disegel polisi. Di situ Mathilda mengambil uang almarhum ayahnya yang disembunyikan di bawah lantai kayu. Sebanyak 5 ribu dolar lalu diserahkan kepada Leon sebagai uang muka untuk membunuh Stansfield, yaitu agen DEA yang paling bertanggung jawab atas kematian adiknya.

Leon menolak, karena tugas itu dianggap sangat berat. Selain itu balas dendam bukanlah tugas profesional. Penolakan ini membuat Mathilda jadi nekat. Dia minta agar Leon meminjamkan peralatan miliknya. Permintaan itu pun juga ditolak oleh Leon. Meskipun demikian Leon masih mau memberikan satu pucuk pistol pada Mathilda.

Merasa putus asa karena Leon terus menolaknya, pistol itu lalu diambil Mathilda dan kemudian digunakan untuk sebuah permainan yang sangat berbahaya: Rolet Rusia.

Pada saat ujung pistol itu telah menempel di pelipisnya, Mathilda lalu memasang taruhannya: "Jika aku menang, kau harus menjaga hidupku. Tapi jika aku kalah, kau jalani saja hidupmu seperti dulu lagi."    

DORRR ...!!!

Terdengar bunyi letusan dari pistol itu. Pelurunya nyasar menembus kap lampu dan berakhir di dinding. Sebab Leon berhasil mendorong pistol itu tepat pada saat Mathilda hendak menarik pelatuknya.

"Aku menang...." kata Mathilda sambil menghentikan tangisnya.

Sejak peristiwa itu, dan atas persetujuan dari Tony, Leon selalu mengajak Mathilda sebagai mitra kerjanya dalam melakukan tugas-tugasnya. Dengan demikian Mathilda mempunyai banyak pengalaman di berbagai peristiwa pembunuhan.

Suatu hari Leon harus mengerjakan tugasnya sendiri ke China Town tanpa perlu didampingi Mathilda. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Mathilda untuk pergi ke kantor DEA. Mathilda ingin membunuh Stansfield dengan tangannya sendiri.

Mathilda mengetahui kantor DEA ini karena saat mengambil uang ayahnya tempo hari, Stansfield datang ke rumah itu bersama 2 orang polisi untuk melakukan rekonstruksi tentang aksi pembunuhan di situ. Selesai adegan rekontruksi, dengan menggunakan taksi Mathilda lalu mengikuti Stansfield hingga ke kantornya.

Tapi bukannya berhasil melakukan aksi balas dendamnya, Mathilda malah ditawan oleh Stansfield di kantornya.

Pulang dari tugasnya, Leon mendapati apartemennya kosong. Di atas meja dia menemukan sepucuk surat yang ditujukan padanya. Surat itu dari Mathilda yang mengabarkan bahwa dia harus pergi sendiri untuk membunuh Stansfield. Tanpa pikir panjang lagi Leon langsung menyusulnya. Leon akhirnya dapat membawa Mathilda pulang setelah membunuh beberapa petugas jaga dan 2 orang anak buah Stansfield.

Stansfield yang saat itu sedang berada luar kantor, sangat berang mengetahui kantornya dijadikan lahan pembantaian. Stansfield lantas menemui Tony dan memaksanya untuk memberitahu siapa orang itu dan dimana tempat tinggalnya.

Maka pagi hari itu, di saat Mathilda harus pergi ke toko grosir untuk membeli susu kesukaan Leon, apartemen mereka yang terletak di lantai 3 dikepung oleh team gabungan dari DEA, SWAT dan Polisi. Maka demi menyelamatkan nyawa Mathilda dan juga nyawanya sendiri, Leon harus berjibaku untuk bisa lolos dari kepungan itu.

Sumber : dwianantow.blogspot.com/2018/10/leon-professional

Post a Comment for "Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: LEON: THE PROFESSIONAL (1994)"