Widget HTML Atas

Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: A Quiet Place (2018)

Movie Reviews : A Quiet Place - Tempat Tinggal yang dilarang Bersuara - A Quiet Place adalah film horor pasca kiamat Amerika Serikat tahun 2018 yang disutradarai oleh John Krasinski. Ia menulis naskahnya bersama Bryan Woods dan Scott Beck. Film ini dibintangi Krasinski, Emily Blunt, Millicent Simmonds, dan Noah Jupe. Filmnya bercerita tentang empat orang anggota keluarga yang harus menjalani hidup dalam kesunyian sambil bersembunyi dari makhluk yang berburu dengan suara.

Review Dan Sinopsis Film A Quiet Place (2018)

Film ini mulai dikembangkan ketika Beck dan Woods mengerjakan ceritanya tahun 2013. Pada Juli 2016, Krasinski menerima naskah spekulatifnya, kemudian diminta untuk menyutradarai dan menulis ulang naskahnya pada Maret 2017. Film ini terinspirasi oleh Alien, No Country for Old Men, dan In the Bedroom. Krasinski dan Blunt bergabung sebagai pemeran utama pada Mei 2017. Pengambilan gambar dilakukan di Upstate New York bulan Mei sampai November 2017. Erik Aadahl dan Ethan Van der Ryn mengawasi penyuntingan suara dan Marco Beltrami menggubah musik filmnya. Film ini diproduseri Sunday Night dan Platinum Dunes.

Movie Reviews : Review dan Sinopsis Film A Quiet Place (2018)


A Quiet Place tayang perdana di South by Southwest tanggal 9 Maret 2018 dan dirilis oleh Paramount Pictures di Amerika Serikat tanggal 6 April 2018. Film ini meraup untung lebih dari $340 juta di seluruh dunia. Para kritikus memuji orisinalitas dan suasana cerita, pemeranan tokoh, penyutradaraan, dan penataan suaranya; mereka menilai film ini sebagai "film yang cerdas, sangat mengerikan dan menakutkan." National Board of Review dan American Film Institute memasukkan film ini ke daftar Top 10 Films of 2018. 

Film ini juga mendapat berbagai nominasi penghargaan, termasuk Golden Globe Award for Best Original Score dan Screen Actors Guild Award for Outstanding Performance by a Female Actor in a Supporting Role (Blunt). Sekuel film ini, A Quiet Place: Part II, akan dirilis pada tanggal 20 Maret 2020.

Pernahkah kalian terpikir bahwa sebuah film yang sangat minim suara, terutama dialog, dan hidup dengan suara berbisik nyaris tak terdengar, mampu menakut-nakuti penonton? “A Quiet Place” berkerja sangat baik dengan menggunakan elemen-elemen senyap, sampai-sampai suara teriakan pun ditiadakan bagai manusia tenggelam dalam air.

Sebagai seorang aktor yang terkenal dengan film-film drama komedi, siapa menduga jika John Krasinski mampu menyuguhkan film ber-genre horror dengan sangat bagus, malah mungkin menciptakan gaya baru yang bisa dikatakan sebagai New Horror Classic.

Bersama dengan Bryan Woods dan Scott Beck selaku penulis skenario. John Krasinski berhasil menyutradarai “A Quiet Place” dengan sentuhan yang tidak terduga. Hal ini juga didukung oleh sinematografer, Charlotte Bruus Christensen yang menangkap gambar-gambar memacu adrenalin serta ancaman yang merayap.

Gaya pukau John Krasinski menjadi dua kali lipat, ketika ia sebagai sutradara juga berperan sebagai tokoh penting dalam filmnya ini. Saya rasa setelah ini nama John Krasinski akan menjadi semakin bersinar, baik jika ia menjadi sutradara atau pun sebagai aktor.

“A Quiet Place” bercerita tentang sebuah keluarga yang hidup di dunia pasca-apokaliptik di mana manusia harus bisa bertahan hidup tanpa menciptakan bebunyian (termasuk suara mereka berbicara). Hal itu dilakukan agar makhluk menyeramkan, buta namun peka terhadap suara tidak membunuh dan memakan mereka.

Mengambil latar di tanah pertanian di New York, film ini berhasil menyajikan suasana yang begitu mencekam. Ditambah dengan pemandangan ladang jagung yang luas, mengingatkan kita pada film-film horror klasik yang identik dengan aksi pisikopat di ladang jagung. Latar yang begitu hidup ini dibuat dengan sangat nyata sampai-sampai harus mengorbankan separuh dari biaya produksi film hanya untuk menanam semua jagung agar suasana terlihat begitu alami.


Pada awal film, penonton diperlihatkan bagaimana keadaan dunia saat itu. Tentang makhluk menyeramkan yang buta namun peka terhadap suara. Walau pertanyaan dari mana makhluk itu berasal masih mejadi tanda tanya yang saya rasa tidak terlalu penting untuk dipertanyakan. Perkenalan makhluk menyeramkan dimulai lewat teror yang akan membawa semua rasa menegangkan terus bertahan di setiap scane film.

Adegan di sebuah jembatan ini benar-benar berhasil memberikan dampak jangka panjang yang kuat, sekaligus membeberkan gambaran bahwa memanjakan seorang anak dengan memberikan apa saja yang mereka inginkan tapi tidak terlalu mereka perlukan hanya akan mencelakan si anak tersebut.

Sosok Lee (John Krasinski) sebagai seorang ayah yang tegar dan terus menjadi kuat, berhasil dijaga dari awal film hingga bagian akhir. Dan kehadiran istri John Krasinski yang berperan menjadi Evelyn, ternyata juga istri Lee dalam film ini, tampil dengan tingkatan akting yang punya kualitas tersendiri. Apalagi ketika adegan dalam bak mandi yang bisa menjadi sebuah adegan ikonik yang sulit untuk dilupakan. Kolaborasi suami istri di dunia nyata ini berhasil memberikan chemistry yang begitu kompak.

“A Quiet place” sangat bersyukur didukung oleh cast yang baik dengan level akting yang luar biasa. Sebut saja seperti Millicent Simmonds yang di dunia nyata benar-benar tuli, memerankan seorang remaja tuli bernama Regan dan juga menjadi pengarah yang bagus untuk pendalaman bahasa isyarat di sepanjang film. Keterbatasan Regan menjadi alasan yang bagus mengapa semua keluarga bisa melakukan bahasa isyarat.

Akting paling memukau saya rasa hadir dari sosok bocah laki-laki bernama Marcus (Noah Jupe). Seorang bocah penakut yang dipaksa harus menjadi pemberani dengan semua keterbatasannya. Kerapuhan Marcus sangat kentara, mulai dari mimik wajahnya, cara ia berkomunikasi benar-benar terasa sangat nyata. Saya rasa Noah Jupe berhasil mengukuhkan namanya sebagai aktor cilik yang wajib diperhitungkan.

Nilai utama yang membuat “A Quiet Place”  sangat berhasil ialah nilai kemanusiaan yang ditanamkan. Emosi para karakter, pendekatan mendalam, baik itu dengan rasa kehilangan dan pertanyaan tentang arti sebuah keluarga, membuat film ini menjadi film horror yang tidak hanya mengubar adegan menakut-nakuti tapi juga menyentuh sisi lain yang jarang dimiliki oleh film horror sejenis ini.

Kengerian memang menjadi unsur utama dalam sebuah film horror, tapi “A Quiet Place” sadar betul bahwa ketakutan tanpa rasa sakit hanya akan menjadi adegan mengagetkan bagai angin lalu belaka. Oleh sebab itu rasa sakit coba ditanamkan lewat beberapa adegan sehingga penonton tidak hanya terpacu oleh rasa takut tapi juga oleh rasa sakit yang akan membuat semua orang menahan nafas sembari merasa ngilu. Salah satu adegan paling menyakitkan sekaligus mengerikan bermula pada sebuah paku yang saya rasa menjadi objek paling membuat ngilu berkali-kali walau hanya beruba benda mati yang tidak bergerak sama sekali.

Sumber: Wikipedia dan https://blog.ciayo.com/news/quiet-place-sebuah-paku-tak-pernah-seseram-ini/

No comments for "Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: A Quiet Place (2018)"