Widget HTML Atas

Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring (2001)

Movie Reviews : Review dan Sinopsis Film The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring (2001) - The Lord of the Rings adalah novel kisah fantasi epik karangan J. R. R. Tolkien. Diterbitkan dalam tiga jilid pada tahun 1954 dan 1955, masing-masing jilid terdiri dari dua buku. Jilid pertama diberi judul The Fellowship of the Ring, jilid kedua The Two Towers dan jilid ketiga The Return of the King. Kisah ini ditulis dari tahun 1937 sampai 1949 dan menjadi salah satu karya sastra abad ke-20 yang paling populer dan diterjemahkan ke dalam 38 bahasa. 

The Lord of the Rings telah difilmkan tiga kali, yang pertama sebagai film animasi oleh Ralph Bakshi pada tahun 1978 (sebagai bagian pertama dari dua film yang mulanya direncanakan), yang kedua pada tahun 1980 sebagai acara televisi. Karya ketiga, trilogi film The Lord of the Rings oleh sutradara Peter Jackson yang dirilis pada tahun 2001, 2002, dan 2003, memenangkan beberapa Academy Awards dan memperbaharui minat publik dalam trilogi ini dan karya Tolkien lainnya.

Amanah untuk menghancurkan Cincin Jahat - The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring (2001)

Review dan Sinopsis Film The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring

Cerita dimulai ketika hobit Bilbo Baggins berangkat meninggalkan Shire dan mewariskan hartanya ke pewarisnya, Frodo. Gandalf penyihir abu-abu, seorang teman Bilbo, menasehati Frodo untuk berhati-hati dengan cincin yang menjadi salah satu warisan Bilbo. Tujuh belas tahun kemudian berlalu, dan Gandalf menyuruh Frodo untuk membawa cincin itu keluar dari Shire karena tuan kegelapan Sauron sedang mencari-cari cincin tersebut. 

Frodo, Samwise Gamgee dan Peregrin Took (atau Pippin) berangkat dan mereka bertemu dengan Ring-wraiths dalam perjalanan mereka. Setelah sampai di Brandyhall, mereka bertemu dengan Meriadoc Brandybuck (atau Merry) dan keempatnya mulai perjalanan mereka menuju Bree. Mereka hampir dibunuh Barrow-wights jika Tom Bombadil tidak menolong mereka.

Ketika mereka sampai di Bree, mereka bertemu dengan seseorang misterius yang dipanggil dengan nama Strider yang berarti "sang pengembara". Sebuah surat dari Gandalf diberikan kepada Frodo, memberitahu bahwa Strider adalah teman Gandalf. Dalam surat itu, Frodo juga disuruh untuk pergi ke Rivendell. Strider menawarkan bantuannya kepada Frodo dan mereka pun menerimanya. Kelima tokoh ini pun akhirnya sampai di Rivendell, tetapi Frodo sempat ditusuk oleh pisau Morgul yang sangat mematikan.

Setelah Frodo disembuhkan oleh Elrond, sang penguasa Rivendell, sebuah rapat diadakan. Rapat itu menceritakan sejarah cincin dan mereka memutuskan untuk menghancurkan Cincin dengan cara membuang Cincin itu ke Orodruin (atau Mount Doom) yang berada di Mordor. Sebuah grup yang beranggotakan Frodo, Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir, Legolas dan Gimli dibentuk.

Grup ini melewatkan banyak bahaya. Gandalf jatuh ke dalam kegelapan ketika para pembawa cincin berada di dalam Moria. Boromir meninggal dibunuh sekelompok Orc yang bersenjatakan panah. Merry dan Pippin pun diculik para Orc dan Frodo dan Sam pergi berdua ke Mount Doom.

Aragorn, Legolas dan Gimli, sebagai sisa Pembawa Cincin, memutuskan untuk menyelamatkan Merry dan Pippin. Mereka menyebut diri mereka sebagai Tiga Pemburu (The Three Hunters) dan mengejar para Orc sampai ke Hutan Fangorn. Tiga Pemburu bertemu dengan pasukan Rohan yang telah membunuh para Orc yang telah menculik Merry dan Pippin.

Di Hutan Fangorn, tiga pemburu bertemu dengan Gandalf, yang ternyata hidup kembali. Gandalf menyuruh mereka semua untuk pergi ke Rohan dan membantu pasukan Rohan. Pada saat yang sama, Merry dan Pippin yang sudah berada di dalam Hutan Fangorn, pergi ke Isengard bersama para Ent yang ingin membalas dendam mereka terhadap Saruman, penghuni menara Orthanc di Isengard.

Gandalf, Aragorn, Legolas dan Gimli berperang dalam Pertempuran Helm's Deep bersama para Rohirrim dan mereka menang. Setelah menang, mereka pergi ke Isengard dan bertemu dengan Merry dan Pippin. Pada saat ini, Frodo dan Sam sedang berjalan menuju Mordor. Di lereng-lereng Emin Mule mereka bertemu dengan Golam (Smeagol) yang dulunya menemukan cincin Sauron di dasar sungai Anduin. 

Termakan oleh kuasa cincin itu, Golam selalu berusaha untuk mendapatkannya kembali. Tetapi setelah mengetahui kalau Frodo dan Sam lebih kuat dari dirinya, Golam menawarkan untuk membimbing mereka melalui Rawa-rawa mati (The Dead-marshes) ke gerbang hitam Mordor. Untuk sementara Golam menjadi teman mereka tetapi pengaruh jahat cincin itu selalu meresahkannya. Di depan gerbang Mordor, mereka mendapati kalau mereka tidak bisa masuk ke tanah terkutuk itu lewat situ karena pengawasannya terlalu ketat.

Kemudian Golam membawa mereka ke Ithilian, tanah yang tadinya dimiliki oleh kerajaan Gondor. Ia bermaksud untuk pura-pura membawa Frodo dan Sam (yang sangat dibencinya) masuk ke Mordor melalui Minas-Ithil/Minas-Morgol, melalui suatu puncak yang dinamai "Cirith Ungol", yang artinya tebing laba-laba. Ini karena Shelob (seekor laba-laba raksasa yang ganas) tinggal disitu.

Di hutan indah Ithilian mereka bertemu dengan Faramir, adik dari Boromir dan anak bungsu Denethor. Dengan berat hati ia membawa kedua hobit tersebut ke sebuah tempat rahasia yang terletak di balik sebuah air terjun. Setelah makan dan beristirahat, Faramir memberitahukan Frodo kalau suatu makhluk aneh tertangkap oleh para penjaga. Makhluk tersebut tak lain adalah Golam, yang melarikan diri saat Frodo bertemu dengan Faramir. 

Oleh permohonan Frodo, ia berhasil menyelamatkan Golam dari hukuman mati, tetapi Golam tak pernah melupakannya. Ia benci ikatan atau tambang dan Frodo menipunya dan ia diikat. Sebelum pergi, Faramir memperingatkan Frodo kalau nama Cirith Ungol adalah nama yang kejam dan sangatlah mungkin Golam bermaksud membawanya kesana untuk menjebaknya. Tetapi Frodo tetap pergi dan Faramir memberikan Frodo makanan dan Frodo pun melanjutkan perjalanannya.

Sebagai tanda ancaman terakhir dari Orthank, sebuah batu Palantir dilemparkan ke arah Gandalf. Pippin yang memungutnya dihantui rasa penasaran dan ia menyelidikinya waktu tengah malam. Tapi ia telah menemukan batu penglihatan, yang pasangannya adalah milik Sauron. Dengan cara inilah tuan kegelapan itu mengetahui kalau Sarumand telah mengkhianatinya dan ia mengirimkan para nazgul, ring-wraiths untuk memerangi Sarumand.

Para penunggang kuda di Rohan bergegas pergi ke Minas Tirith . Waktu Frodo meneruskan perjalanannya ke Minas Morgol matahari ditelan awan kegelapan. Dalam gelap inilah Raja Theoden dan para pasukannya menunggang ke Gondor. Dalam gelap inilah Aragorn, keturunan Isildur menunggang jalan-jalan mati, memanggil arwah-arwah mereka yang tak memenuhi sumpahnya waktu Isildur masih hidup. 

Sementara Frodo memasuki tanah Mordor, Minas Tirith dikepung dan hampir terambil oleh pasukan Mordor. Faramir terluka, terpanah panah beracun buatan Mordor dan Denathor yang gila karena putus asa nyaris membakar diri di kuburan keluarganya. Faramir diselamatkan dan diobati oleh Gandalf dan dibawa ke rumah penyembuhan. 

Disanalah ia bertemu dengan Eowen, gadis tameng dan jatuh cinta kepadanya. Ia yang tadinya mencintai Aragorn dan dalam keputus-asaannya berharap untuk mati di medan perang. Ketika harapan sudah hampir hilang datanglah Theoden dari utara, dan angin selatan yang bertiup dari laut menyibak awan-awan yang dikerahkan Sauron.

Dengan terbitnya matahari, disitulah Theoden tewas dibunuh oleh pemimpin Nazgul dan makhluk jahanam itu ditakhlukan oleh Eowen, keponakan perempuan raja Theoden dan Merry. Demikianlah terpenuhi nubuat yang dikatakan seribu tahun sebelumnya kalau makhluk itu tidak akan terbunuh oleh laki-laki. Saat itu pula Aragorn tiba dari selatan, membawa kapal-kapal yang tadinya dipersiapkan untuk melawan Gondor. 

Dengan kekuatan baru itulah mereka mengalahkan musuh-musuhnya. Kemudian pasukan kemenangan Aragorn bersama Gandalf dan yang lainnya pergi ke gerbang Mordor dan berperang tanpa harapan. Di tengah peperangan itulah mereka menyaksikan kehancuran cincin Sauron, yang dulunya oleh para elves dinamai Gorthor: si kejam. Aragorn dimahkotai raja atas Gondor dan Arnor, dan menikahi Arwen yaitu puteri Elrond yang juga adalah sepupunya dari jauh karena Elros, ayah nenek moyangnya merupakan saudara Elrond. 

Elrond sendiri, bersama elves yang lain seperti Galadriel, Gildor Inglorian dan Gandalf menaiki sebuah kapal dan berlayar ke barat, Valinor dimana telah tersedia tanah tempat tinggal khusus untuk mereka, terpisah dari Middle-Earth.

Sumber : Wikpedia

No comments for "Movie Reviews: Review and Synopsis Hollywood Movie: The Lord of the Rings : The Fellowship of the Ring (2001)"